Review Buku: Everything is Fxcked (Segala-galanya Ambyar)

Judul Buku: “Everything is Fucked (Segala-galanya Ambyar)”
Nama Penulis: Mark Manson
Penerbit: PT. Gramedia Widiasarana Indonesia
Tahun Terbit: 2021
Cetakan: VII
Tebal Buku: 346 halaman
Harga Buku: Rp90.000,00

Biografi Penulis
Nama:Mark Manson
TTL: 9 Maret 1984, Austin, Texas, Amerika Serikat
Pekerjaan: Penulis,Blogger
Situs Web: www.markmanson.net

Review Buku Everything is Fucked (Segala-galanya Ambyar).
Pertama kali membaca buku karya Mark Manson satu ini yang saya rasakan adalah rasa malas.
Apalagi ditambah bahasan buku ini yang cukup berat dicerna untuk saya yang sudah tak lama membaca
buku. Namun, isinya yang seolah menampar saya dan mengatakan bahwa saya goblok dan hal ini
menjadi zat adiktif tersendiri bagi saya untuk menyelesaikan sebuah karya mewah dari penulis asal
Amerika Serikat ini.

Setidaknya ada dua pemikiran dari Mark di karyanya kali ini yang saya garis bawahi. Yang
pertama Mark mengatakan bahwa manusia memiliki dua bagian otak, otak pemikir dan otak perasa.
Masing-masing bagian otak tersebut memiliki tugasnya masing-masing. Otak pemikir sesuai
dengan namanya ia selalu berfikir mempertimbangkan konsekuensi dari pilihan yang kita pilih. Dan
otak perasa adalah supirnya atau dengan kata lain si pengambil keputusan atas arah mana yang akan
kita lalui. Dan untuk itu perlu adanya kerjasama yang apik antara otak pemikir dan otak perasa kemudian
tidak ada dominasi antara satu dan yang lainnya. Kedua adalah Mark bagian Evolusi manusia.
Mark mengatakan bahwa ada tiga tahap evolusi manusia. Tahap pertama, tahap anak-anak yang
melakukan sesuatu berdasarkan hasilnya. Tahap kedua, tahap remaja yang melakukan sesuatu
berdasarkan prinsip namun masih ada tujuan lain dibalik prinsip yang dipegangnya. Kemudian tahap ketiga,
tahap dewasa yang artinya individu sudah melakukan segala sesuatu berdasarkan prinsip yang
dipegangnya tidak peduli atas konsekuensi yang akan didapatinya kemudian hari.

Kelebihan :
Kelebihan buku ini adalah bahasannya yang sangat menarik bagaimana harusnya manusia bereaksi
terhadap dirinya sendiri dan lingkungan sekitar. Ditambah argumen dari Mark yang didasari teori yang
apik dipadu dengan analogi yang konyol menjadi daya tarik sendiri bagi pembaca.

Kelemahan :

Kesimpulan :
Karya Mark Manson satu ini merupakan sebuah masterpiece yang sangat cocok untuk dibaca bagi
orang-orang yang masih bingung untuk bereaksi pada diri sendiri dan lingkungan sekitar. Ditambah
dengan penggunaan teori para ahli untuk memperkuat argumennya dan tak lupa kadang Mark
menyelipkan sedikit humor dalam tulisannya yang akan membuat pembaca lebih cepat menyelesaikan
buku ini.

Penulis: Diska Romadona Putra




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *