Rayakan Kelahiran Bahasa, Himadiksatrasia Gelar Bulan Bahasa Unsika

Rayakan Kelahiran Bahasa, Himadiksatrasia Gelar Bulan Bahasa Unsika

Himpunan Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Singaperbangsa Karawang (Himadiksatrasia Unsika) menggelar acara Bulan Bahasa Unsika 2022. Acara ini mengusung tema “Gemilap Berbahasa di Era Digitalisasi.”

Ketua Pelaksana Bulan Bahasa Unsika 2022, Hanif Hidayat, menyebutkan tujuan diadakannya acara ini. “Seperti biasa Bulan Bahasa itu untuk merayakan kelahiran bahasa itu sendiri. Dan sebenernya perayaan Bulan Bahasa ini lebih afdal dilakukan pada 28 Oktober, tapi karena kita tidak dapat di tanggal segitu di proker normalnya, jadi kita mundur ke hari ini (14/11/2022). Jadi, walaupun tidak tepat pada tanggal 28 Oktober namun euforia perayaan masih terasa sebagai bulan bahasa,” ujarnya.

Terdapat dua kategori perlombaan dalam acara ini, yaitu kategori untuk siswa dan mahasiswa. Adapun kategori lomba untuk siswa meliputi pidato, musikalisasi puisi, dan teater. Sementara itu, kategori perlombaan untuk mahasiswa meliputi cipta puisi, cipta cerita pendek, dan baca puisi.

Kemudian, perlombaan teater dilaksanakan secara luring bertempat di Aula Husni Hamid, Karawang, pada 15 November 2022. Perlombaan ini diikuti oleh delapan tim yang berasal dari daerah Purwakarta, Subang, Karawang, dan Bekasi (Purwasukasi).

Pelatih teater SMAN 1 Karawang, Panji, mengatakan bahwa dirinya mengetahui acara ini dari informasi kampus. “Pertama sih dari informasi kampus ya, jadi memang saya kalau setiap bulan bahasa itu memang teman-teman Unsika terutama PBSI itu menyelenggarakan lomba Bulan Bahasa. Cuma dua tahun pandemi itu mereka tidak menyelenggarakan secara offline. Nah, tahun ini aku mencoba untuk bertanya kepada panitia dan alhamdulillah ada cuma yang offline hanya teater,” ujarnya.

Adapun penilaian perlombaan teater dilihat dari segi bahasa, artikulasi, dan lain sebagainya. Hal tersebut diungkapkan oleh salah satu juri perlombaan teater, Sahlan Mujtaba. “Penilaian kalau di sini ada versi panitia ya, ada bahasa, soal artikulasi, soal keaktoran, penghayatan, gestur, soal kostum, properti, musik kalau versi panitia,” ujarnya.

Kemudian, Sahlan juga menuturkan acara ini sangat penting karena dapat menjadi tempat berkreativitas bagi pelajar. “Ini penting ya, karena bahasa sastra itu bagian dari kehidupan sehari-hari. Kita pasti akan berhubungan dengan soal bahasa dengan sastra, jadi ini penting untuk terus diadakan supaya juga ada wadah untuk berkreativitas, wadah untuk mengekspresikan apa yang kita rasakan, kita pikirkan, apalagi wadah untuk pelajar juga berkreativitas,” ucapnya.

Sementara itu, salah satu peserta perlombaan teater asal SMAN 3 Karawang, Hallya Safarah Aditya Lubis, mengaku persiapan perlombaan teater memakan waktu dua minggu.  Ia juga turut menyampaikan persiapan-persiapan lainnya yang dilakukan sebelum mengikuti perlombaan ini. “Persiapannya yang pertama kalau dari aktor sendiri mereka latihan olah vokal, latihan fisik, latihan berdialog, latihan blocking, terus kalau untuk kostumnya ada tim khusus kostum di mana dia mencari kostumnya karena ini temanya zaman dahulu ya, jadi mencari kostum referensi dari google atau dari mana gitu yang cocok sama naskah,” ucapnya.

Lebih lanjut, ia pun merasa senang dengan diadakannya acara ini. “Acara ini tentu saja sangat menarik ya, karena ini udah vakum dua tahun buat teater, nah karena tahun ini ngadain lagi Unsika, jadi kita sangat excited karena sudah menunggu dari tahun lalu,” ungkap Hallya.

 

(AYA, NNY, NUR)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *