Peringatan 16 HAKtP, Departemen Pemberdayaan Perempuan FH Unsika Gelar Kampanye

Departemen Pemberdayaan Perempuan (PP), Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum (BEM FH), Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika), melakukan Kampanye Peringatan 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan (HAKtP), pada (17/11/2022) di depan Gedung 0101 Unsika.

Ketua Departemen Pemberdayaan Perempuan BEM FH Unsika, Andi Hasni Rahmawati, menjelaskan latar belakang diadakannya kampanye ini karena adanya urgensi terkait desakan kepada pihak rektorat untuk membuat peraturan mengenai mekanisme Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) di kampus. “Pada tahun ini kami mendesak dari pihak rektorat ini dihadirkannya peraturan rektorat, yang di mana ini juga turunan dari Kemendikbud Nomor 30 Tahun 2021 Pasal 50 di mana ketentuannya itu adalah mengenai hadirnya peraturan rektor terlebih dahulu untuk mekanisme penanganan dan pencegahan kekerasan seksual di ranah kampus,” ujarnya.

Selain itu, ia juga menambahkan bahwa permintaan tersebut diusulkan untuk memfasilitasi para korban dari tindak kekerasan seksual dengan memberikan ruang aman bagi mereka.

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Kerjasama, Kemahasiswaan, dan Alumni (Wakil Rektor 3), Amirudin, yang juga turut hadir dalam kampanye ini menyampaikan bahwa pihak rektorat akan merencanakan untuk membahas penggunaan SOP Undang-undang Nomor 1 terkait dengan Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual dari Satgas PPKS sesuai dengan aturan kementerian. “Terkait dengan turunan dan peraturan rektor mohon bersabar saja dulu, sebab kami akan membahas rencana dalam rapat kerja yang akan dilaksanakan paling lambat pada tanggal 06 sampai dengan 08 Desember 2022. Materi utamanya itu termasuk kaitan dengan buku saku dan buku pedoman. Tuntutan anda semua akan kami sampaikan kepada Tim Satgas PPKS supaya nanti dalam pembahasan dalam rapat kerjanya akan membahas terkait penangan pelecehan seksual,” ujarnya.

Kemudian, dari hasil kampanye ini dibuat surat pernyataan oleh Departemen PP BEM FH Unsika kepada pihak rektorat yang ditandatangani oleh Wakil Rektor 3 untuk menindaklanjuti permasalahan penanganan kasus kekerasan seksual di lingkup kampus Unsika.

Penandatangan surat pernyataan oleh Wakil Rektor bidang Kerjasama, Kemahasiswaan, dan Alumni, di depan Gedung 0101, pada (17/11/2022). Dokumentasi milik LPM Unsika

Penandatangan surat pernyataan oleh Wakil Rektor bidang Kerjasama, Kemahasiswaan, dan Alumni, di depan Gedung 0101, pada (17/11/2022). Dokumentasi milik LPM Unsika

Dengan diadakannya kampanye ini, Andi Hasni Rahmawati berharap pihak rektorat dapat mengawal dan mengimplementasikan adanya peraturan Kemendikbud terkait Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di kampus. “Saya mengharapkan dari pihak rektorat ini berkomitmen untuk pencegahan kekerasan seksual dan semua elemen kampus bisa bersama-sama mengawal dan mengimplementasikan adanya peraturan Kemendikbud ini,” ucapnya.

 

(FNB, IND, KK, EB, AAP)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *