SEMNAS FAPERTA

Menuju Mega Trend 2045, Faperta Unsika Adakan Seminar Nasional

Fakultas Pertanian (Faperta), Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika), menggelar Seminar Nasional bertema “Strategi Pencapaian Ketahanan Pangan Indonesia Menuju Mega Trend 2045” di Gedung Aula Unsika, pada (16/11/2022).

Acara dimulai pada pukul 08.00 WIB dengan menghadirkan pemateri Prof. Hasil Sembiring dari International Rice Research Institute (IRRI), Prof. Tualar Simarmata dari Universitas Padjajaran, dan Budi Irfan dari Corteva Agriscience. Seminar ini juga diikuti sekitar 150 peserta dan 40 dosen.

Ketua Pelaksana Seminar Nasional Faperta Unsika, Ali Fahmi Syahputra, memaparkan tujuan dilaksanakannya acara ini. “Tujuannya untuk mengetahui apakah strategi yang akan kita gunakan untuk menghadapi ketahanan di Mega Trend 2045, yang mana tahun 2045 ini digadang-gadang sebagai generasi emas nantinya di Indonesia,” ujarnya.

Kemudian, salah satu dosen Faperta yang turut menghadiri acara ini, Zahra, menyebut bahwa acara ini dapat memberi wawasan dan pengetahuan baru untuk mahasiswa. “Kegiatan seminar ini kan bagus ya, mendatangkan pembicara dari luar terus juga ini tuh bidangnya gak main-main, jadi mahasiswa tuh harus lebih punya perspektif baru setelah ikut semnas tuh jadi mahasiswa khususnya kita kan bidang pertanian ya, kita membahas bidang pertanian, mahasiswa punya wawasan baru, pengetahuan baru selain dari dosen internal. Terus harus ada sesuatu yang didapatkan oleh peserta, jadi jangan sampai kita gak fokus, kita gak mendengarkan dengan baik akhirnya gak dapet apa-apa. Karena manfaatnya itu luar biasa kan ilmu-ilmu yang bisa didapatkan kemudian ini bisa jadi bahan nanti kuliah juga atau bahan mengerjakan tugas juga,” ujarnya.

Dengan diadakannya acara tersebut, Ali Fahmi berharap bahwa seminar ini dapat dijadikan pembelajaran bagi civitas Unsika dalam menghadapi Mega Trend 2045. “Harapannya tentunya dapat menjadikan pembelajaran bagi civitas akademika Universitas Singaperbangsa Karawang,  strategi-strategi yang harus kita canangkan dalam untuk menghadapi ketahanan pangan di Mega Trend 2045,” ucapnya.

Selain itu, salah satu mahasiswa Prodi Agroteknologi, Ahmad, turut menyampaikan kesannya saat mengikuti acara ini. “Menurut saya pematerinya sangat inovatif dan berpengalaman. Saya juga dapat belajar banyak dari mereka tentang pengalaman-pengalaman dunia pertanian terutama di skala nasional,” Ucapnya. Ia juga berharap agar kegiatan seminar ini bisa lebih sering dilaksanakan karena sangat mengedukasi.

 

(IMA, NUR, MPN, DRA)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *